CERDAS DALAM SUDUT PANDANG SISTEM
INFORMASI
ABSTRAK
Kebanyakan dari kita
beranggapan bahwa pintar dan cerdas adalah 2 kata yang memiliki arti yang sama.
Pintar itu cerdas, cerdas itu pintar. Cerdas merupakan anugerah bawaan dari lahir dan tak bisa dicari.
Oleh karena itu, orang cerdas seringkali berimprovisasi dan lebih kreatif dalam
melakukan sesuatu. Kemampuan berfikir orang cerdas sangatlah cepat, sehingga ia
sangat mudah mengerti, memahami, dan menangkap maksud dari suatu kondisi atau
keadaan.
Sistem Informasi Cerdas /
Intelligence Information System (IIS) didefinisikan sebagai
kemampuan mesin atau sistem untuk beradaptasi dalam mencapai tujuan pada
lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sistem. Sebagai sistem yang mampu menirukan perilaku manusia,
sistem mempunyai ciri khas yang menunjukkan kemampuan dalam hal; Menyimpan
informasi, Menggunakan informasi yang dimiliki untuk melakukan suatu pekerjaan
dan menarik kesimpulan, Beradaptasi dengan keadaan baru, Berkomunikasi dengan
penggunanya.
Kata kunci : Cerdas, Sistem Informasi, Kecerdasan Buatan
PENDAHULUAN
Sistem Informasi Cerdas (Intelligence Information System=IIS)
dibagi menjadi 3 aspek utama, yaitu:
- Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence=AI)
- Sistem Cerdas (Intelligence System)
- Sistem Informasi (Information
System=IS)
Artificial Intelligence
atau Kecerdasan Buatan adalah suatu sistem informasi yang berhubungan dengan
penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan manusia dalam sebuah sistem
teknologi informasi sehingga sistem tersebut memiliki kecerdasan seperti yang
dimiliki manusia. Sistem ini dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem
untuk menyelesaikan masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas
intelektual manusia, misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan
lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Salah satu cabang Ilmu
pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan
yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.
Sistem Cerdas adalah
serangkaian system yang di bangun manusia untuk memudahkan pekerjaan manusia
dengan mengandalkan mesin atau sebuah program yang terkomputerisasi.
ISI
Artificial intelligence
Artificial intelligence
atau kecerdasan buatan merupakan sebuah trend perkembangan teknologi mutakhir,
bahkan memegang peranan kunci dalam perkembangan teknologi. Pemikiran tentang
artificial intelligence berawal dari sebuah filosofi bahwa kecerdasan manusia
dapat diterapkan dalam teknologi. Hal ini terbukti saat ini dimana perkembangan
teknologi dapat membuat terperangah akan kecerdasan buatannya sendiri. Contoh
kecil kecil misalnya, dalam hal perhitungan, kalkulator memiliki kecepatan dan
keakuratan yang lebih tepat daripada perhitungan manual manusia itu sendiri.
Perkembangan computer dan robotika, serta teknologi lain, membuat manusia
cemburu terhadap hasil ciptaannya sendiri.
Tujuan Kecerdasan buatan:
- Untuk mengembangkan metode dan sistem
untuk menyelesaikan masalah,masalah yang biasa diselesaikan melalui aktifivitas
intelektual manusia, misalnya pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan
lain-lain, meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
- Untuk meningkatkan
pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja
Pendekatan Pada
Pengembangan Artificial Intelligence
Pendekatan yang digunakan
dalam pengembangan artificial intelligence (kecerdasan buatan) menganut
beberapa prinsip:
- Strong Artificial Intelligence:pendekatan
ini ingin menuju ke pembuatan suatu mesin yang bisa benar benar berpikir
dan memecahkan masalah. Mesin mesin ini harus sadar akan dirinya dan
kemampuannyamintelegensianya secara umum harus tidak bisa dibedakan dengan
intelegensia seorang manusia. Optimisme berlebihan di sekitar tahun 1950
dan 1960 berkenaan dengan Strong AI telah memberi jalan bagi appresiasi
tingkat kesulitan yang sangat tinggi untuk masalah tersebut. Pendekatan
ini mempertahankan bahwa mesin yang di program dengan cukup akan mampu
untuk memiliki keadaan mental kognitif (cognitive mental state).
- Weak Artificial Intelligence:
Pendekatan ini berurusan dengan pembuatan Kecerdasan buatan di komputer
yang tidak benar benar bisa berpikir dan memecahkan masalah, namun bisa
berprilaku seakan akan ia memiliki kecerdasan. Pendekatan ini menyatakan
bahwa sebuah mesin yang di program dengan cukup akan dapat meniru
pemikiran manusia.
- Applied ArtificialIntelligence:Pendekatan
ini berusaha menghasilkan suatu sistem cerdas yang secara komersial dapat
digunakan, sebagai contoh sebuah sistem keamanan yang dapat mengenali
wajah orang yang boleh memasuki gedung. Pendekatan ini sudah mengalami
cukup banyak sukses.
- Coginitive Artificial Intelligence: Pendekatan ini memandang komputer sebagai alat untuk mengetes teori tentang bagaimana otak manusia bekerja. Sebagai contoh teori tentang bagaimana cara kita mengenali wajah, dan benda benda lainnya, atau bagaimana kita memecahkan masalah yang abstrak.
Jenis-Jenis Artificial Intelligence
Secara garis besar,
artificial intellegence terbagi ke dalam dua faham pemikiran yaitu artificial
intellegence Konvensional dan Kecerdasan Komputasional.
Artificial intellegence
konvensional kebanyakan melibatkan metoda-metoda yang sekarang diklasifiksikan
sebagai pembelajaran mesin, yang ditandai dengan formalisme dan analisis statistik.
Dikenal juga sebagai artificial intellegence simbolis, artificial intellegence
logis, artificial intellegence murni dan artificial intellegence cara lama
(GOFAI, Good Old Fashioned Artificial Intelligence).
Metoda-metodanya
meliputi:
- Sistem pakar: menerapkan kapabilitas
pertimbangan untuk mencapai kesimpulan. Sebuah sistem pakar dapat
memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan
kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi tersebut.
- Pertimbangan berdasar kasus
- Jaringan Bayesian
- Artificial intellegence berdasar tingkah laku: metoda modular pada pembentukan sistem artificial intellgence secara manual.
Kecerdasan komputasional melibatkan
pengembangan atau pembelajaran interaktif (misalnya penalaan parameter seperti
dalam sistem koneksionis). Pembelajaran ini berdasarkan pada data empiris dan
diasosiasikan dengan artificial intellegence non-simbolis, artificial intelligence
yang tak teratur dan perhitungan lunak. Metoda-metoda pokoknya meliputi:
- Jaringan
Syaraf: sistem dengan kemampuan pengenalan pola yang sangat kuat
- Sistem Fuzzy:
teknik-teknik untuk pertimbangan di bawah ketidakpastian, telah digunakan
secara meluas dalam industri modern dan sistem kendali produk konsumen.
- Komputasi
Evolusioner: menerapkan konsep-konsep yang terinspirasi secara biologis
seperti
Kelebihan
dan Kekurangan Artificial Intelligence
Walaupun perkembangan
teknologi artificial intelligence dapat menggantikan posisi manusia, bahkan
dapat dikatakan lebih pintar dari manusia, tetapi tetap saja perkembangan
teknologi dengan menggunakan articial intelegensi tetap memiliki kekurangan dan
keterbatasan.
Berikut ini adalah
kelebihan dan kekurangan dari artificial intelligence:
Kelebihan Artificial
Intelligence
- Kemampuan menyimpan data yang tidak
terbatas (dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
- Memiliki ketepatan dan kecepatan yang
sangat akurat dalam system kerjanya
- Dapat digunakan kapan saja karena
tanpa ada rasa lelah atau bosan
Kekurangan Artificial
Intelligence
- Teknologi artificial intelegensi
tidak memiliki common sense. common sense adalah sesuatu yang membuat kita
tidak sekedar memproses informasi, namun kita mengerti informasi tersebut.
Kemengertian ini hanya dimiliki oleh manusia.
- Kecerdasan yang ada pada artificial
intelligence terbatas pada apa yang diberikan kepadanya (terbatas pada
program yang diberikan). Alat teknologi artificial intelligence tidak
dapat mengolah informasi yang tidak ada dalam sistemnya.
Kelebihan dan kekurangan
artificial intelligence dibandingkan dengan otak manusia, dalam hal waktu tunda
propagasi Oleh karena itu manusia kalah dalam kecepatan perhitungan numerik.
Dalam aspek lainnya otak manusia jauh di atas angin, terutama dalam tata letak
dan jumlah elemennya. Sedangkan metoda pemrosesan secara paralel dalam komputer
dikembangkan untuk menggantikan kedudukan manusia.
Apakah Sistem Pakar
(Expert System) itu?
Sistem pakar
Merupakan sebuah sistem
berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran yang
dimiliki manusia sebagai pakar yang tersimpan di dalam komputer, dan digunakan
untuk menyelesaikan masalah yang lazimnya memerlukan pakar tertentu.
Konsep Dasar Sistem Pakar
Mencakup beberapa
persoalan mendasar, antara lain siapa yang disebut pakar, apa yang dimaksud
dengan keahlian, bagaimana keahlian dapat ditransfer, dan bagaimana sistem
bekerja.
Ciri-ciri Sistem Pakar
- Memiliki informasi yang handal.
- Mudah dimodifikasi.
- Heuristik dalam menggunakan
pengetahuan (yang sering kali tidak
sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya. - Dapat digunakan dalam berbagai jenis
komputer.
- Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.
Struktur Sistem Pakar
Sistem pakar disusun oleh
dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment)
dan lingkungan konsultasi (consultation environment) (Turban,
1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan
pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan
konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan
pakar.
Tiga komponen utama yang
tampak secara virtual disetiap sistem pakar adalah basis pengetahuan,
mesin inferensi, dan antarmuka pemakai.
Kemampuan Sistem Pakar
- Menjawab berbagai pertanyaan yang
menyangkut bidang keahliannya.
- Bila diperlukan dapat menyajikan
asumsi dan alur penalaran yang digunakan untuk sampai ke jawaban yang
dikehendaki.
- Menambah fakta kaidah dan alur penalaran
sahih yang baru ke dalam otaknya
Kelebihan Sistem Pakar
- Orang awam bisa menggunakannya
- Melestarikan keahlian seorang pakar
- Mampu beroperasi dalam lingkungan
yang berbahaya
- Kemampuan dalam mengakses pengetahuan
- Bisa berkerja dalam informasi yang
tidak lengkap
- Media pelengkap dalam penelitian
- Menghemat waktu dalam mengambil suatu
ke putusan
- Proses secara otomatis
- Keahlian sama dengan seorang pakar
- Produktifitas
Kekurangan Sistem Pakar
- Biaya yang sangat mahal membuat dan
memeliharanya
- Sulit di kembangkan karena
keterbatasan keahlian dan ketersediaan pakar
- Sistem pakar tidak 100% bernilai
benar
Jenis-Jenis Sistem Pakar
· Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
· Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
· Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
· Disain : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
· Planning : Merencanakan tindakan
· Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
· Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
· Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
· Instruction : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
· Control : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.
· Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
· Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
· Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala (symptoms).
· Disain : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
· Planning : Merencanakan tindakan
· Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
· Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
· Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
· Instruction : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan pelajar.
· Control : Diagnosis, debugging, dan reparasi kelakuan sistem.
Beberapa contoh Sistem
Pakar
1. MYCIN : Diagnosa penyakit
2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4. SOPHIE : Analisis sirkit elektronik
5. Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6. FOLIO : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7. DELTA : Pemeliharaan lokomotif listrik disel
1. MYCIN : Diagnosa penyakit
2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4. SOPHIE : Analisis sirkit elektronik
5. Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6. FOLIO : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7. DELTA : Pemeliharaan lokomotif listrik disel
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem cerdas adalah
sistem yang dapat mengadopsi sebagaian kecil dari tingkat kecerdasan manusia
untuk berinteraksi dengan keadaan eksternal suatu sistem. Sebagian kecil dari
tingkat kecerdasan itu antara lain: kemampuan untuk dilatih, mengingat kembali
kondisi yang pernah dialami, mengolah data-data untuk memberikan aksi yang
tepat sesuai yang telah diajarkan, dan kemampuan menyerap kepakaran seorang
ahli melalui perintah yang dituliskan dalam sebuah bahasa pemrograman tertentu.
Daftar
Pustaka
https://adiendaaas.wordpress.com/2017/10/15/apa-itu-cerdas-dalam-sudut-pandang-sistem-informasi/
Mata Kuliah: Pengatar Teknologi Sistem
Cerdas
Dosen: Eel Susilowati
Nama :
Hana Rahmi Adilah
NPM :
13115013
Kelas :
3ka13
No comments:
Post a Comment