Thursday, 20 June 2019

Cara Mengetahui Siapa yang Melihat Akun Instagrammu Tanpa Aplikasi

Ilustrasi Instagram di Smartphone Android. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Instagram merupakan salah satu aplikasi media sosial yang fokus untuk berbagi foto dan video yang memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, merekam dan mengambil video, yang kemudian dibagikan ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram itu sendiri. Kini aplikasi Instagram ini menjadi salah satu platform yang banyak disukai dan digunakan oleh orang banyak di berbagai belahan dunia.

Sebagai salah satu aplikasi untuk berkomunikasi, Instagram memberikan berbagai macam fitur yang menarik. Guna dari beraneka ragam fitur yang dihadirkan oleh Instagram ini adalah untuk menarik minat orang agar menggunakan Instagram. Selain itu, pembaharuan fitur setiap waktu juga dilakukan oleh Instagram agar penggunanya setia untuk selalu menggunakan aplikasi komunikasi berbagai foto dan video ini.

Di Instagram, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas berbagi foto dan video. Nah, saat kamu membagikan foto dan video, dipastikan hampir semua orang bisa melihat apa yang kamu posting. Apalagi jika akun Instagram kamu tidak dikunci atau di-setting sebagai akun dengan privasi. Maka hal ini memungkinkan semua orang yang tidak kamu ikuti atau follow bisa melihatnya.

Buat akun Instagram yang kerap tidak di-setting privasi atau dikunci ini rentan untuk dilihat oleh pengguna lain yang penasaran dengan akun kamu. Kondisi seperti ini terkadang membuat beberapa pemilik akun Instagram menjadi penasaran, ada siapa saja yang mengunjungi akun Instagrammu. Memang tidak mengganggu, namun rasa penasaran kerap kali muncul untuk ingin mengetahuinya.

Nah, buat kamu yang ingin mengetahui siapa saja yang mengunjungi akun Instagrammu, berikut ini Liputan6.com telah mengulas tips untuk mengetahui akun siapa saja yang mengunjungi Instagram kamu. Telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2019), begini caranya.



Tanpa Aplikasi, Begini Cara Lihat Akun yang Kunjungi Profil Instagramm
Tampilan jnckmedia.com (Liputan6.com/Nisa Mutia Sari)

Untuk ingin melacak orang-orang yang mengunjungi akun Instagrammu, kamu hanya perlu menyiapkan browser. Ya, tanpa menggunakan aplikasi, kamu sudah bisa mengetahui orang-orang yang mengunjungi akun Instagrammu.

Sebelum melakukan cara ini, pastikan terlebih dahulu kalau akun Instagram kamu tidak dikunci atau dalam settingan privasi. Ya, browser ini hanya berlakuk bagi akun Instagram yang ingin dideteksi namun akunnya tidak diprivasi. Jika akun Instagram kamu sedang dikunci, lebih baik nonaktifkan untuk sementara waktu terlebih dahulu. Berikut ini langkah-langkah mudahnya:

Setelah sudah dipastikan akun Instagaram kamu tidak dikunci, kamu bisa membuka www.jnckmedia.com. Setelah membukanya, maka kamu akan dihadadpkan dengan tampilan seperti pada gambar di atas.

Kalau kamu sudah menemukan tampilan seperti itu, maka kamu bisa melanjutkannya dengan mengisikan nama akun Instagram kamu pada kolom yang telah diberi tanda lingkaran merah tersebut. Setelah itu, perlu memastikan pada browser kalau kamu bukanlah 'robot'.
Tampilan jnckmedia.com (Liputan6.com/Nisa Mutia Sari)

Kalau sudah, maka kamu akan diberikan hasil dari pencarian atas nama akun Instagram yang ingin kamu lihat siapa saja orang yang mengunjunginya. Akan diberikan hasil berupa daftar nama beberapa nama akun yang telah mengunjungi akun Instagrammu, seperti yang ada pada gambar di atas. Hasil pencarian tersebut merupakan akun yang telah mengunjungi akunmu pada hari ini.

Dengan menggunakan cara ini, setidaknya kamu jadi mengetahui dan tidak penasaran lagi siapa saja yang melihat aktivitas kamu di Instagram. Selamat mencoba!


Sumber: Liputan6.com

Mengandung Banyak Gizi, Ini 6 Manfaat Mengonsumsi Bubur Kacang Hijau Bagi Kesehatan





Bubur kacang hijau mungkin sering dijadikan sajian sarapan pengganti nasi. Tidak hanya diolah menjadi bubur saja, kacang hijau juga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan lainnya, seperti pada bakpia, onde-onde dan lain-lain. 

Kacang hijau sekarang ini juga sudah dijadikan bahan untuk berbagai produk makanan dan minuman kemasan. Dengan banyaknya orang yang menggemari kacang hijau dan memiliki berbagai nutrisi, membuat bubur kacang hijau semakin populer untuk dikonsumsi.

Namun walaupun sudah sering dikonsumsi oleh banyak orang, masih banyak yang belum mengetahui manfaat bubur kacang hijau ini bagi kesehatan. Padahal bubur kacang hijau mengandung banyak sekali nutrisi yang sangat baik dalam menjaga kesehatan.
Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/6/2019) tentang manfaat mengonsumsi bubur kacang hijau bagi kesehatan

Menurunkan Berat Badan dan Mencegah Kanker

Ilustrasi berat badan (foto: shutterstock)

1. Menurunkan Berat Badan

Manfaat mengonsumsi bubur kacang hijau yang pertama adalah dapat menurunkan berat badan. Manfaat ini tentunya sangat menggiurkan bagi kamu yang sedang diet. Hal ini disebabkan karena bubur kacang hijau memang bisa menjadi makanan pengganti nasi.
Kandungan serat yang sangat tinggi dalam kacang hijau menjadi faktor utamanya, apalagi kacang hijau juga rendah lemak. Kandungan serat dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan bermanfaat juga untuk melancarkan pencernaan. Ditambah lagi kandungan kalorinya yang sedikit membuat kacang hijau sangat baik untuk dikonsumsi.

2. Mencegah Kanker

Selain itu, bubur kacang hijau juga memiliki manfaat untuk mencegah terjadinya kanker. Kacang hijau memiliki senyawa yang mampu memerangi infeksi virus kanker.
Untuk menghindari terjadinya kanker payudara pada wanita, mengonsumsi kacang hijau akan sangat bermanfaat. Kandungan klorofil pada kacang hijau mampu memusnahkan efek karsiogenik yang menjadi salah satu pemicu kanker.

Mencegah Penyakit Jantung dan Mengurangi Keluhan Menopause

Ilustrasi kacang hijau (sumber: pixabay)

3. Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke

Tidak hanya masalah kanker, bubur kacang hijau juga bisa menjaga kesehatan jantung. Jantung adalah organ tubuh yang sangat vital, maka harus dijaga dengan pola hidup sehat dengan konsumsi makanan yang bergizi. Kandungan serat pada kacang hijau mampu menyerap lemak dan mencegah plak di pembuluh darah.
Plak inilah yang mampu memicu penyakit jantung dan stroke. Kacang hijau mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan polifenol yang bersifat anti inflamasi yang mencegah pembekuan darah di arteri dan vena.

4. Mengurangi Keluhan Pasca Menopause

Mengonsumsi bubur kacang hijau bagi wanita yang sedang dalam masa transisi menopause mampu mencegah osteoporosis yang zatnya juga dapat merangsang pembentukan tulang.
Berbagai keluhan setelah menopause dapat dikurangi dengan berbagai senyawa yang terkandung dalam kacang hijau seperti senyawa isoflavon yang bersifat estrogenic ilmiah.

Baik Untuk Ibu Hamil dan Melancarkan Pencernaan


Ilustrasi Ibu Hamil/copyright shutterstock

5. Baik Untuk Ibu Hamil

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi bubur kacang hijau. Sebuah penelitian menemukan bahwa kacang hijau santa baik untuk pertumbuhan sel, sehingga untuk janin yang dikandung akan memiliki rambut yang lebat.

Selain itu, kacang hijau juga mengandung vitamin B1, B2, asam folat, kalsium, fosfor, lemak tak jenuh dan protein yang semua dibutuhkan untuk ibu hamil.

6. Melancarkan pencernaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sejalan dengan kandungan serat yang dapat menurunkan berat badan, bubur kacang hijau juga dapat melancarkan pencernaan.

Masyarakat India mengonsumsi kacang hijau untuk menambah rasa serta mengurangi rasa nyeri di perut. Hal ini dikarenakan kacang hijau kaya akan serat, sehingga mempermudah proses pencernaan dan pembersihan racun dalam tubuh.


Sumber: Liputan6.com
4 Perubahan pada Tubuh Manusia Akibat Penggunaan Teknologi Modern



Penggunaan teknologi secara tidak disadari sudah membuat tubuh manusia beradaptasi akan hal itu. Meski tidak terlihat drastis, namun ada konsekuensi dari aktivitas modern ini. Laporan BBC menemukan adanya perubahan dalam struktur tubuh manusia akibat adaptasi dengan kehidupan modern. Dilansir dari New York Post pada Selasa

1. Gigi Bengkok
Makanan yang diproses membuat gigi manusia lebih bengkok. Hal ini karena dahulu, manusia harus mengonsumsi makanan yang keras dan kenyal. Sementara saat ini, banyak produk makanan yang lebih lunak karena diproses.

"Kita jauh lebih mungkin menderita masalah gigi. Gigi berjejal, gigi bengkok, dan lain-lain," kata Dr. Noreen von Cramon-Taubadel dari The State University of New York, Buffalo, Amerika Serikat.

Mengunyah membantu gigi kita tumbuh melalui masa kanak-kanak. Masalahnya, makanan modern tidak mengharuskan gigi bekerja seperti seharusnya.

2. Tengkorak Manusia Bertumbuh Lebih Tajam


Ilustrasi tulang belakang (iStock)

Ilmuwan menemukan bahwa akibat penggunaan ponsel, tengkorak manusia bertumbuh menjadi lebih tajam hingga 30 milimeter. Bentuk tengkorak menonjol semacam ini sangat langka pada 100 tahun lalu.

"Saya telah menjadi dokter selama 20 tahun dan hanya dalam satu dekade terakhir, semakin saya menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan ini di tengkoraknya," kata David Shahar, ilmuwan kesehatan di University of The Sunshine Coast, Australia.
Bentuk ini dikenal sebagai "external occipital protuberance" dan ditemukan di bagian bawah tengkorak tepat di atas leher. Anda bisa merasakannya dengan jari di belakang kepala.

Shahar memperkirakan, ketika posisi kepala menunduk untuk melihat ponsel, leher kita ikut menjulur dan mengangkat kepala ke depan. Beban tersebut bisa menimbulkan masalah karena rata-rata, kepala memiliki berat hingga 4,5 kilogram.

3. Siku yang Menyusut



Ilustrasi Foto Siku Tangan (iStockphoto)

Para ilmuwan menemukan bahwa karena gaya hidup yang kurang bergerak, kerangka tubuh menjadi lebih menyempit. Tulang tetap bertumbuh dan menjadi lebih kuat ketika digunakan. Namun, saat ini manusia kurang banyak menggunakannya.

Para ilmuwan di University of Potsdam, Jerman, menemukan konsekuensi gaya hidup sedentary.

Siku kita menyusut dengan cepat karena manusia kurang bergerak. Anak-anak di Jerman yang menjadi subyek penelitian, memiliki siku yang lebih kecil ketika mereka berjalan lebih sedikit dalam seminggu.

Selain itu, Christiane Scheffler, antropologis yang melakukan penelitian itu, menyatakan bahwa setiap tahunnya, tulang anak-anak menjadi lebih rapuh. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain adalah perubahan genetik, gizi buruk, serta kurangnya aktivitas fisik.

"Tidaklah membantu jika ibu Anda mengantarkan dengan mobil selama satu atau dua jam per minggu," katanya.

4. Jari yang Sensitif

Ilustrasi Kecanduan Ponsel (sumber: iStockphoto)

Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa, jari-jari manusia menjadi lebih sensitif daripada sebelumnya. Hal ini karena adaptasi tubuh dengan penggunaan teknologi.

Penggunaan laptop, ponsel, atau teknologi lain membuat otak secara permanen beradaptasi dan jari kita berinteraksi dengan benda-benda tersebut.

Studi di University of Zurich, Swiss melakukan penelitian pada aktivitas otak 37 orang yang kecanduan ponsel. 26 dari mereka memiliki gawai layar sentuh, sementara sisanya menggunakan ponsel dengan ketikan lawas.

Peserta yang menggunakan layar sentuh menunjukkan lebih banyak aktivitas otak saat ujung jari mereka disentuh daripada yang tidak. Ini menunjukkan bahwa jari manusia menjadi lebih sensitif.

Sumber: Liputan6.com


LIPI Kembangkan Robot Penjinak Bom

Robot penjinak bom Morolipi V.2. Dok: lipi.go.id

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan sebuah robot penjinak bom. Karya tersebut diberi nama Morolipi V.2.Morolipi adalah mobil robot penjinak bom yang mempunyai dimensi lebih kecil dan lebih ringan sehingga mudah untuk dibawa kemana saja.

Robot ini dilengkapi dengan empat flippers yang dapat bergerak secara independen, tidak hanya dapat berjalan di atas tanah yang datar saja tetapi bisa juga untuk menaiki atau menuruni tangga dengan slope 45 derajat. 

Menurut Dr Eng Estiko Rijanto, peneliti Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI, untuk menyempurnakan kinerja mobil robot ini perlu adanya inovasi serta kreasi baru yang dikembangkan oleh para peneliti. Demikian seperti dikutip dari situ web resmi LIPI, Selasa (18/6/2019).

Estiko mengupayakan agar semua onderdil yang dibutuhkan untuk merakit mobil robot ini bisa didapatkan dari produk-produk lokal. Untuk masalah harga, mobil robot yang dikembangkan sejak 2004 dan berlanjut pada 2010 ini bisa lebih murah 50 persen dibandingkan dengan mobil penjinak bom impor yang mencapai harga sekitar Rp 1 miliar per unitnya.

Keunggulan Morolipi V.2

Robot penjinak bom Morolipi V.2. Dok: lipi.go.id

Morolipi V.2 diaplikasikan untuk mensubstitusi robot-robot impor yang digunakan TNI dan POLRI, mengurangi ketergantungan terhadap luar negeri dalam hal teknologi pertahanan, dan dapat didiversifikasikan untuk aplikasi mobile robot lainnya. 

Lalu, keunggulan apa saja yang bisa didapatkan oleh pengguna mobil robot ini? 

Keunggulannya antara lain perancangan berbasis pesanan sesuai kebutuhan pengguna, memaksimalkan potensi dalam negeri, serta perbaikan dan perawatannya lebih mudah dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri.

Ditambah mampu melewati tanggul dan tangga dengan slope 160 dan bisa untuk memotong kabel berdiameter 3 mm untuk menjinakkan bom.
(Linda Fahira Putri/Isk)

Sumber: Liputan6.com
Google Maps Dilengkapi Fitur AR, Begini Cara Menggunakannya


Google Maps dilengkapi fitur AR. (Foto: Google)

Baru-baru ini, Google Maps baru saja menambahkan teknologi baru pada aplikasinya, yaitu Augmented Reality (AR).

Google Maps AR pertama kali mendemonstrasikannya dalam acara Google I/O 2018 di Mountain View, Amerika Serikat (AS).

Dilansir Pocket Lint pada Selasa (28/5/2019), Google Maps AR menggunakan kamera belakang smartphone untuk memberikan gambar asli dari jalanan tersebut, yang mana sama seperti yang dilihat mata pengguna dibandingkan dengan hanya melihat titik-titik seperti biasanya pada layar Maps.
Uniknya, petunjuk arah juga akan muncul pada layar smartphone untuk menuntun arah pengguna.

Cara mengaktifkan fitur AR di Google Maps yaitu dengan menekan tombol "Start AR", fitur AR otomatis akan mengaktifkan kamera dan langsung memberikan rute terbaik untuk mengantarkan pengguna ke destinasi mereka.

Ketika mengaktifkan fitur AR, otomatis layar smartphone akan terbagi dua. Bagian atas merupakan fitur navigasi Google Maps AR, dan bagian bawah layar menampilkan petunjuk Google Maps seperti biasanya.

Untuk menampilkan petunjuk arah, smartphone pengguna harus menyorot ke arah jalanan. Jika tidak, maka sebuah peringatan akan muncul di layar smartphone pengguna dan tidak akan memberikan petunjuk kepada pengguna jalan.

Perlu digaris bawahi, Google Maps AR hanya tersedia untuk fitur Maps pejalan kaki. Sayangnya, belum diketahui kejelasan kapan fitur ini akan diluncurkan.
Pengguna Google Maps Bisa Laporkan Jalan Macet Karena Kecelakaan
Peta digital / Sumber: Pexels.com

Google Maps dilaporkan akan mengadopsi salah satu fitur yang ada pada layanan Waze. Ya, fitur yang dimaksud adalah fitur pelaporan kemacetan di jalan akibat kecelakaan.
Dilansir 9To5Google pada Kamis (9/5/2019), Google kini tengah merancang dengan mengadopsi fitur tersebut untuk dimasukan ke dalam aplikasinya.

Pada versi sebelumnya, pengguna Google Maps sebetulnya sudah mampu melaporkan insiden di jalan. Sayangnya, pada versi ini belum lengkap sehingga semua insiden di jalan hanya dilabeli sebagai "pelambatan".

Fitur ini pastinya sangat berguna untuk banyak orang untuk mendukung aktivitas perjalanan sehari-hari menjadi lebih cepat.

Google sendiri bertujuan untuk meningkatkan fitur ini, agar pengguna lain bisa mengetahui jalan mana yang mengalami kecelakaan, razia, dan perbaikan.

Kabarnya, fitur tersebut akan diluncurkan pada minggu ini, tapi masih belum jelas apakah fitur ini hanya tersedia untuk pengguna Android atau pengguna.

Sayang, Google tak menyediakan ruang untuk memberikan feedback mengenai kemampuan fitur tersebut.
Google Maps Kini Hadir dengan Fitur Incognito Mode
Google Maps / Sumber: iStockphoto.com
Salah satu fitur penting yang diumumkan Google dalam ajang Google I/O 2019 adalah kehadiran Incognito Mode untuk Google Maps.

Bagi pengguna layanan Google, nama tersebut tentu tidak asing karena sudah memang sudah cukup lama tersedia di Chrome.

Namun kali ini, Google memboyong kemampuan tersebut ke aplikasi Maps. Upaya ini disebut merupakan langkah Google menghargai keamanan dan privasi para pengguna layanannya.

"Privasi dan keamanan merupakan fondasi dari semua yang kami lakukan," tutur CEO Google Sundar Pichai seperti dikutip dari Venture Beat, Rabu (8/5/2019). Selain Maps, fitur ini lebih dulu dihadirkan Google di aplikasi YouTube.

Pada dasarnya, modus ini memang tidak sepenuhnya menghentikan pelacakan aktivitas pengguna. Kendati demikian, dengan mengaktifkan modus ini, aktivitas tersebut setidaknya tidak tersimpan dan dihubungkan ke profil pengguna.

Dengan kata lain, Google memberikan kesempatan pengguna mengontrol hal yang dicarinya. Untuk memudahkan pengguna, pengaturan modus ini dapat diakses langsung dari profile picturepengguna.

Tidak hanya itu, perusahaan juga mengungkapkan secara resmi kehadiran fitur untuk memudahkan pengguna menghapus riwayat dan lokasi dari akun Google miliknya.

Melalui fitur ini, pengguna dapat mengatur secara manual atau otomatis penghapusan aktivitas akun miliknya. Google menyediakan durasi penyimpanan aktivitas mulai dari tiga bulan hingga 18 bulan, sebelum seluruhnya dihapus secara otomatis.

Google menyebut fitur ini akan hadir untuk pengguna dalam beberapa minggu ke depan. Raksasa internet itu juga menyebut fitur ini merupakan langkah awal, sehingga tidak tertutup kemungkinan fitur serupa akan hadir untuk layanan lain. 
(Shintya Alfian/Jek)

Sumber: Liputan6.com
Rencana NASA Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan untuk Misi Antariksa

 



Roket NASA, United Launch Alliance Delta IV Heavy membawa pesawat Parker Solar Probe sebelum diluncurkan ke Matahari dari Frorida, Amerika Serikat, Sabtu (11/8). Pesawat luar angkasa tercepat ini akan mendekati Matahari. (Bill Ingalls/NASA via AP)

Liputan6.com, Washington DC - Bahan bakar ramah lingkungan akan segera digunakan dalam misi antariksa. Sebuah misi ambisius NASA bernama Green Propellant Infusion Mission (GPIM) akan diluncurkan pada 24 Juni 2019, jika sesuai rencana, dengan roket Falcon Heavy milik SpaceX.

Langkah itu adalah bagian dari misi uji teknologi yang disebut sebagai STP-2.

GPIM adalah sebuah pesawat ruang angkasa kecil berbentuk kotak yang menggunakan teknologi ramah lingkungan (green energy) sebagaimana dikutip dari Space.com pada Senin (17/6/2019). 

Wahana itu akan menguji propelan (bahan yang digunakan roket untuk memproduksi reaksi kimia) yang rendah racun, untuk pertama kalinya dalam misi angkasa luar NASA.
Propelan bersih itu dibuat dari campuran bahan bakar atau pengoksidasi hidroksil amonium nitrat yang bernama AF-M315E.

Senyawa itu akan berperan sebagai alternatif dari hidrazin yang sangat beracun, yang digunakan sebagai bahan bakar roket untuk menggerakkan satelit dan pesawat ruang angkasa.

"Sangat penting bagi kami untuk mengembangkan teknologi yang meningkatkan perlindungan bagi personel peluncuran serta lingkungan, dan yang berpotensi mengurangi biaya," kata Steve Jurczyk, staf administrasi di Direktorat Misi Teknologi Antariksa NASA.

Menelan Puluhan Juta Dollar

Roket United Launch Alliance Delta IV Heavy membawa pesawat Parker Solar Probe meluncur ke matahari, Frorida, AS, Minggu (12/8). Pesawat akan melintasi Venus dan berputar mengelilingi Matahari sebelum akhirnya mendekati Korona. (Bill Ingalls/NASA via AP)

Misi GPIM menelan biaya total $ 65 juta dan akan diuji untuk pertama kalinya di angkasa luar pada bulan ini. Hal itu bertujuan untuk menyediakan bahan bakar alternatif yang berkelanjutan dan efisien iuntuk misi antariksa.

Saat ini, sebagian besar pesawat ruang angkasa menggunakan hidrazin. Adapun bahan bakar baru NASA itu hampir 50 persen lebih efisien serta menjanjikan misi yang lebih lama dengan menggunakan sedikit propelan.

Bahan bakar inovasi baru itu juga memiliki titik beku yang lebih rendah, sehingga membutuhkan lebih sedikit daya pesawat ruang angkasa untuk mempertahankan suhu.

Selain itu, juga memiliki kepadatan yang lebih tinggi, sehingga dapat disimpan di ruang bervolume lebih kecil.

Sumber: Liputan6.com
Ilmuwan Berhasil Kembangkan Laser Khusus Pendeteksi Kanker

Ilustrasi Kanker Payudara (iStock)

Kanker telah menjadi momok tersendiri dalam dunia kesehatan. Biasanya, penyakit itu cepat menyebar ke bagian lain tubuh melalui darah. Saat ini, peneliti telah mengembangkan laser khusus yang dapat mendeteksi keberadaan sel kanker dan menghancurkannya dari bagian luar kulit.

Laser itu digadang-gadang akan 1.000 kali lebih sensitif dibandingkan metode yang saat ini digunakan untuk mendeteksi sel-sel tumor dalam darah, menurut peneliti yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal Science Translational Medicine pada 12 Juni 2019 dikutip dari laman Live Science, Senin (17/6/2019).

Sayangnya, alat yang dimaksud masih lama untuk dikomersialisasikan.

Selama ini, tenaga medis menguji penyebaran kanker dengan mengambil sampel darah. Upaya itu tak jarang gagal untuk menemukan sel tumor, kata Vladimir Zharov salah satu penulis yang berasal dari pusat pengobatan nano, University of Arkansas for Medical Sciences.

Sementara itu jika hasil positif, pasa saat itu kanker kemungkinan telah menyebar secara luas ke organ lain dan seringkali telah relatif terlambat untuk menyelamatkan pasien, tambah Zharov.

Teknologi baru ini disebut dengan Cytophone, menggunakan sinar laser di bagian luar kulit untuk memanaskan sel-sel dalam darah. Tetapi laser hanya memanaskan sel melanoma - bukan sel yang sehat - karena sel-sel ini membawa pigmen gelap yang disebut melanin, yang menyerap cahaya.

Cytophone kemudian menggunakan teknik gelombang suara ultrasonik untuk mendeteksi gelombang kecil yang dipancarkan oleh efek pemanasan ini.

Para ilmuwan telah menguji teknologi ini pada 28 pasien kanker berkulit terang yang memiliki melanoma dan pada 19 sukarelawan sehat yang tidak memiliki melanoma.

Mereka menyorotkan laser ke tangan pasien dan menemukan bahwa dalam 10 detik hingga 60 menit (satu jam) teknologi tersebut dapat mengidentifikasi sel-sel tumor yang bersirkulasi pada 27 dari 28 relawan.

Validitas Hasil Deteksi


(Ilustrasi: OnHealth)

Obat kanker belum tentu ampuh hilangkan sel kanker. Laser yang dikembangkan itu tidak menghasilkan data positif kanker bagi para sukarelawan sehat, serta tidak mendatangkan efek samping, menurut para peneliti. Melanin adalah pigmen yang biasanya ada di kulit, namun sel-sel kulit tidak berbahaya. Meskipun kulit menghasilkan melanin secara alami, teknik laser ini tidak membahayakan sel-sel itu. Hal itu dikarenakan sinar laser tersebar di area yang luas pada kulit (sehingga tidak cukup fokus pada satu sel kulit tertentu dan merusaknya). Tanpa diduga, para peneliti itu juga menemukan bahwa pasien kanker memiliki lebih sedikit sel tumor yang bersirkulasi setelah perawatan dengan laser itu. "Kami menggunakan energi yang relatif rendah" dengan tujuan utama mendiagnosis daripada mengobati kanker, kata Zharov. Namun, bahkan pada energi rendah itu, sinar laser tampak mampu menghancurkan sel-sel kanker.

Sumber: Liputan6.com