Penggunaan teknologi secara
tidak disadari sudah membuat tubuh manusia beradaptasi
akan hal itu. Meski tidak terlihat drastis, namun ada konsekuensi dari
aktivitas modern ini. Laporan BBC menemukan
adanya perubahan dalam struktur tubuh manusia akibat
adaptasi dengan kehidupan modern. Dilansir dari New York Post pada
Selasa
1.
Gigi Bengkok
Makanan
yang diproses membuat gigi manusia lebih bengkok. Hal ini karena dahulu,
manusia harus mengonsumsi makanan yang keras dan kenyal. Sementara saat ini,
banyak produk makanan yang lebih lunak karena diproses.
"Kita
jauh lebih mungkin menderita masalah gigi. Gigi berjejal, gigi bengkok, dan
lain-lain," kata Dr. Noreen von Cramon-Taubadel dari The State University
of New York, Buffalo, Amerika Serikat.
Mengunyah
membantu gigi kita tumbuh melalui masa kanak-kanak. Masalahnya, makanan modern
tidak mengharuskan gigi bekerja seperti seharusnya.
2. Tengkorak Manusia Bertumbuh Lebih Tajam

Ilustrasi tulang belakang (iStock)
Ilmuwan menemukan bahwa akibat penggunaan ponsel, tengkorak
manusia bertumbuh menjadi lebih tajam hingga 30 milimeter. Bentuk tengkorak
menonjol semacam ini sangat langka pada 100 tahun lalu.
"Saya
telah menjadi dokter selama 20 tahun dan hanya dalam satu dekade terakhir,
semakin saya menemukan bahwa pasien saya memiliki pertumbuhan ini di
tengkoraknya," kata David Shahar, ilmuwan kesehatan di University of The
Sunshine Coast, Australia.
Bentuk
ini dikenal sebagai "external occipital protuberance"
dan ditemukan di bagian bawah tengkorak tepat di atas leher. Anda bisa
merasakannya dengan jari di belakang kepala.
Shahar
memperkirakan, ketika posisi kepala menunduk untuk melihat ponsel, leher kita
ikut menjulur dan mengangkat kepala ke depan. Beban tersebut bisa menimbulkan
masalah karena rata-rata, kepala memiliki berat hingga 4,5 kilogram.
3. Siku yang Menyusut

Ilustrasi Foto Siku Tangan (iStockphoto)
Para ilmuwan menemukan bahwa karena gaya hidup yang kurang
bergerak, kerangka tubuh menjadi lebih menyempit. Tulang tetap bertumbuh dan
menjadi lebih kuat ketika digunakan. Namun, saat ini manusia kurang banyak
menggunakannya.
Para
ilmuwan di University of Potsdam, Jerman, menemukan konsekuensi gaya
hidup sedentary.
Siku
kita menyusut dengan cepat karena manusia kurang bergerak. Anak-anak di Jerman
yang menjadi subyek penelitian, memiliki siku yang lebih kecil ketika mereka
berjalan lebih sedikit dalam seminggu.
Selain
itu, Christiane Scheffler, antropologis yang melakukan penelitian itu,
menyatakan bahwa setiap tahunnya, tulang anak-anak menjadi lebih rapuh.
Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain adalah perubahan genetik, gizi
buruk, serta kurangnya aktivitas fisik.
"Tidaklah
membantu jika ibu Anda mengantarkan dengan mobil selama satu atau dua jam per
minggu," katanya.
4. Jari yang Sensitif

Ilustrasi Kecanduan Ponsel (sumber: iStockphoto)
Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa, jari-jari manusia menjadi
lebih sensitif daripada sebelumnya. Hal ini karena adaptasi tubuh dengan
penggunaan teknologi.
Penggunaan
laptop, ponsel, atau teknologi lain membuat otak secara permanen beradaptasi
dan jari kita berinteraksi dengan benda-benda tersebut.
Studi
di University of Zurich, Swiss melakukan penelitian pada aktivitas otak 37
orang yang kecanduan ponsel. 26 dari mereka memiliki gawai layar sentuh,
sementara sisanya menggunakan ponsel dengan ketikan lawas.
Peserta
yang menggunakan layar sentuh menunjukkan lebih banyak aktivitas otak saat
ujung jari mereka disentuh daripada yang tidak. Ini menunjukkan bahwa jari
manusia menjadi lebih sensitif.
Sumber: Liputan6.com
Sumber: Liputan6.com

No comments:
Post a Comment